Apa yang terlintas dalam benak kita jika membaca kata-kata diatas..? Sahabat !??..suatu kata klise yang mungkin tak lebih dari sebuah ungkapan bagi kita semua. Tapi apakah setiap kita menyadari kalo sahabat juga berperan dalam hidup kita, betapa mereka memberi pengaruh terhadap hidup kita, setiap kata-kata semangat yang mereka teriakkan disaat kita mendekati keputusasaan ( not in the mood, depresi, etc ) dan berbagi kegembiraan disaat senang. Tidak ada batasan usia dalam persahabatan, mungkin itulah yang menyebabkan terkadang orang bisa menjadi lebih cepat dewasa dari semestinya atau malah sebaliknya, bersifat kekanak-kanakan, saya jadi ingat dengan salah satu iklan ( produknya lupa ) “Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan”. Kedewasaan seseorang akan terlihat disaat dia mengambil keputusan.
Salah seorang pakar hubungan antar manusia Les giblin dalam bukunya “ The art of dealing with people “ mengatakan bahwa 90 % kegagalan dalam kehidupan seseorang adalah karena gagal dalam membina hubungan baik dengan orang lain. Saya pribadi pernah jadi “authorized fund raiser” ( assignment = sales ) untuk yayasan sosial di Jakarta, dan disana saya belajar kalo kesuksesan seorang salesman 75 % ditentukan oleh kemampuan berhubungan baik dengan orang lain ( people knowledge ), dan 25 % pengetahuan tentang produk ( product knowledge ).
Meski hampir semua dari kita menyadari kalo kita butuh orang lain akan tetapi kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, kita lebih cenderung bertingkah mementingkan diri sendiri, bersikap seolah tidak butuh dan lebih tertarik dengan diri kita sendiri dibandingkan dengan orang lain. Setiap orang merasa dirinya penting, punya nilai tambah dan berharga inilah yang menyebabkan kita terkadang susah untuk mengawali sebuah persahabatan, karena memang sangat sulit untuk mengakui kekurangan kita dihadapan orang lain…” how low can you go..? “.
Saya pernah membaca sebuah ungkapan “ Aku pergi keluar mencari sahabat, tak kutemukan satupun, Aku pergi keluar menjadi sahabat, kutemukan sahabat dimana-mana “ . Dari ungkapan diatas saya menafsirkan bahwa cara mencari sahabat untuk diri kita adalah kita harus bisa menjadi sahabat terlebih dahulu bagi orang lain. Belajarlah mendengarkan. Mendengarkan berbeda dengan mendengar, dalam mendengar yang dibutuhkan hanya telinga, untuk bisa mendengarkan dibutuhkan telinga hati dan pikiran, dengan mendengarkan kita akan lebih bisa belajar menghargai orang lain dan memahami sudut pandangnya. Ada ungkapan lain yang mengatakan “ Anda bisa memiliki banyak sahabat dengan menjadi pendengar yang baik selama 2 minggu dari pada 2 tahun berusaha membuat orang tertarik kepada anda “, jika ingin menjadi pembicara yang baik belajarlah menjadi pendengar yang baik, karena belum tentu pembicara yang baik bisa mendengarkan.
Hal yang juga penting dalam membangun sebuah persahabatan adalah ketulusan, sebuah sikap dimana kita diminta untuk berbuat baik kepada orang lain tanpa mengharapkan sesuatu sebagai imbalan. Hal yang sangat mudah untuk diucapkan dan ditulis tetapi sangat sulit di implementasikan, karena ia berasal dari lubuk hati yang paling dalam.
Sesungguhnya dalam suatu hubungan ada dua aktivitas dasar yang menjembataninya, yaitu “ take and give “, memberi dan menerima ( kalo ga salah dulu ada sinetronnya ). Apabila kita selalu berusaha memberi ( apalagi dilandasi dengan ketulusan ) cepat atau lambat kita akan menerima balasannya, walaupun kita sendiri tidak mengharapkannya ( ada di al-qur’an ). Pemberian disini tentu bukan hanya berupa materi, kita bisa memberi waktu, perhatian bahkan senyuman kepada orang lain. Malah seorang filosof berkata kalo senyuman adalah lengkungan kecil yang bisa meluruskan banyak hal, karena dengan senyuman bisa mencairkan suasana, dengan senyuman bisa menghilangkan prasangka.
Selanjutnya belajarlah menerima perbedaan yang ada. Jangan memaksakan orang lain menjadi seperti kita, karena setiap insan adalah unik ( ada MAC address nya masing2..kata mas icha MAC address itu unik, jadi ga ada yang sama ).
Seorang bijak pernah menulis syair mengenai persahabatan ( referensi sahabat )
“ Sahabat sejati adalah orang yang mendengar dan memahami saat anda membagikan perasaan anda yang terdalam, mendukung anda saat berjuang, mengoreksi anda saat salah, serta mengampuni anda saat gagal. Sahabat sejati mendorong anda tumbuh menuju potensi maksimal anda. Dan yang paling mencengangkan, dia merayakan keberhasilan anda seperti merayakan keberhasilannya sendiri. “
Singkatnya kita bisa simpulkan kalo sahabat sejati terdiri dari telinga yang mau mendengarkan, hati yang mau memahami dan tangan yang mau menolong. Dan semua hal tersebut dilandasi oleh ketulusan dari lubuk hati yang paling dalam.
Ternyata tanpa kita sadari,bahwa kita telah berada dalam suatu jaringan persahabatan, yang apabila terus menerus kita bangun, jaringan ini akan semakin bertambah luas dan kuat. Bahkan bukan tidak mungkin apabila suatu hari nanti ini bisa berubah menjadi jaringan bisnis yang kokoh….Siapa tahu…..?!!??!?
greetings cyber crowd…!! let us be friends..
Assalamua’alaikum wr wb,
sungguh tersentuh membaca sedikit artikel ini, hmmm saya menjadi berpikir betapa indah nya bersahabat itu…saya dulu sempat mempunyai sahabat yang saya sayangi karena mungkin di antara kami belum bisa memahami makna dari sahabat hingga persahabatan itu putus begitu saja, setelah saya membaca artikel ini saya menyadari bhwa bersahabat itu indah apalagi bisa membuat sahabat kita tersenyum atw tertawa….tetap lah berkarya friend….saya always mendukung mu ……..
Wassalamua’alaikum wr wb
walekumsalam wr wb
sahabat tak pernah mengenal kata “dulu” diakan tetap jadi sahabat bagi dek Q,yakin aja oke..btw trims berat dah kasih komen dan semangat..
let us be friend..
aduh iya ya … semua itu tak ada mengenal kata “dulu”, tks ya say dah ngingeti ciyeeee pake say segala neeh…. orng yang mempunyai keinginan utk terus maju memang harus tetap di beri semangat oke boss semangat…..semangat……semangat…..